Diposting oleh emmank_slank Senin, 30 Maret 2009 di 04.08
Diposting oleh emmank_slank Senin, 16 Maret 2009 di 07.57
Diposting oleh emmank_slank di 07.47
Diposting oleh emmank_slank Senin, 24 November 2008 di 23.00
Anton Medan bertanya, mana lebih banyak, orang salah di dalam penjara atau orang salah yang ada di luar penjara? Sindiran atas instruksi Kapolri untuk memberantas para preman.
Jika saya ada di acara reality show tersebut, saya pasti akan balik bertanya, menurut Anda, lebih banyak mana orang baik di luar penjara daripada orang jahat di luar penjara?
Musuh kita bukan mereka yang dipenjara, tapi orang jahat di luar penjara. Karena lebih banyak orang yang lebih senang jika tidak ada perilaku preman di lingkungannya.
Mereka menjadi preman karena mereka merasa masih banyak orang-orang baik dan itulah sumber penghasilannya. Kalo lebih banyak orang jahat daripada orang baiknya diluar penjara, siapa bisa dipremani? Jadi, lingkungan penjara yang sebagian besar orang jahat, akan sertamerta menghentikan perilaku premanismenya, bahkan dia bisa justru menjadi korban preman penjara.
Sudut pandang berbeda adalah, bahwa razia ini akan mengembalikan daerah kekuasaan palak pada preman berseragam dari cengkeraman preman bertato yang pada tiarap takut dirazia petugas.
Inilah masa panen mereka setelah sekian lama direbut atau terpaksa bagi hasil dengan preman bertato.
Jukir resmi yang menjual karcis parkir berulang-ulang, satpam perumahan dan perkantoran yang menarik parkir dan uang keamanan ilegal, bertambahnya ongkos pemantauan perumahan atau pertokoan ke kas polsek setempat. Termasuk duit lebih bagi petugas di jalan yang rawan macet oleh sopir yang ngetem, atau ongkos mel-melan yang naik di jembatan timbang antar kota atau terminal, karena tidak ada preman yang setor lagi pada mereka untuk sementara waktu. Atau justru karena tidak perlu bagi hasil lagi dengan mereka untuk sementara waktu.
Jukir resmi pemkot/swasta, petugas Dishub, petugas Polantas, petugas PD pasar, Satpam ruko/perum, Hansip kampung, Supir dan kondektur angkutan umum, petugas tiket tempat umum pemerintah/swasta. Saat ini mereka sedang memasuki masa panen.
Rakyat jelata, penjual di pasar, pengguna angkutan umum, penhuni Ruko dan Perumahan serta kampung, pengguna lahan parkir, pengantri tiket, pengguna fasilitas publik. Menjadi lebih merasa aman karena kemungkinan ditusuk dan dibogem lebih kecil oleh preman bertato, namun bisa jadi ongkos keamanan justru naik significant, karena mereka yang berseragam tersebut menjadi punya hak monopoli tarif tidak resmi, tidak ada kompetitor yang juga ditakuti jika duel person to person tanpa seragam.
Filosofinya, masih lebih banyak orang baik daripada orang jahat di luar penjara. Jadi, premanisme musti diberantas tuntas, mulai dari yang bertato hingga yang berseragam, bahkan hingga yang berdasi dan bersafari. Mereka sudah kerja, gaji sudah naik, dapat pensiun serta kemudahan kredit lagi. Masak masih malak orang lain? Begitu tidak bersyukurnya orang-orang seperti itu....
Diposting oleh emmank_slank di 06.37
Diposting oleh emmank_slank Rabu, 19 November 2008 di 02.04
Eits.. jangan beranggapan dulu aku ini antek-nya Amerika, tolong bedakan handphonedengan batu!
Diposting oleh emmank_slank Selasa, 18 November 2008 di 08.04