Di dalam taman cinta-NYA,
Ia menabur benih kepedihan.
Merawatnya dengan garam dan air asin,
Demi mencintai yang Esa ini.
Dengan cinta yang dapat dia terima,
Kosongkan benakmu dari selain-NYA.
Campakkan cintamu pda selain-NYA.
Lalu cinta diri, lalu semua harapan,
Semua mimpi.
Terakhir campakkan pula cintamu pada-NYA.
Karena dalam kehadiran-NYA,
Tak pernah ada ruang tersisa bagimu